Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melalui Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) merampungkan Laporan Telaah dan Evaluasi Justifikasi Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion Tahun 2025. Laporan ini menjadi rujukan penting dalam memastikan setiap penggunaan radiasi pengion di Indonesia benar-benar memberi manfaat lebih besar dibanding ri…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menegaskan komitmennya dalam melindungi pasien dari risiko paparan radiasi yang tidak perlu melalui penerbitan Rekomendasi Kebijakan Seminar Keselamatan Radiasi pada Paparan Medik (SEKARPADI) 2025. Dokumen ini menjadi bagian dari Seri Rekomendasi Kebijakan Tahun Anggaran 2025 yang disusun oleh Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radi…
Pemerintah melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menyiapkan langkah baru untuk memperkuat keselamatan penggunaan radiasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya ini dituangkan dalam dokumen kebijakan tentang penyiapan infrastruktur penilaian budaya keselamatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya yang menggunakan radiasi, seperti radiologi dan radioterapi. Kenapa Ini Penti…
Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (JUPETEN) yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mencatat capaian penting sepanjang 2025. Dalam dua edisi reguler Volume 5 Nomor 1 dan 2, jurnal ini berhasil mempublikasikan 19 artikel ilmiah yang sebagian besar merupakan hasil penelitian berbasis bukti empiris. Penerbitan JUPETEN menjadi bagian dari strategi penguatan budaya ilmiah dan e…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Badan Pengawas Tenaga Nuklir/BAPETEN) resmi menerbitkan Rekomendasi Kebijakan Penguatan Efektivitas Implementasi Tingkat Panduan Diagnostik (TPD) Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat perlindungan pasien dari paparan radiasi medis yang tidak perlu. Dokumen kebijakan yang diterbitkan oleh Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi…
Upaya memperkuat keselamatan radiasi di Indonesia kembali ditegaskan melalui terbitnya Laporan Rekomendasi Kebijakan Analisis Kebutuhan Petugas Proteksi Radiasi (PPR) dan Lembaga Pelatihan. Dokumen ini menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap pemanfaatan tenaga nuklir dan radiasi pengion didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan tersertifikasi. Laporan tersebut mengkaji ke…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) tengah mengkaji penerapan sanksi denda administratif bagi pelaku usaha di bidang fasilitas radiasi dan zat radioaktif (FRZR) yang terlambat memperpanjang izin pemanfaatan sumber radiasi pengion (SRP). Langkah ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dalam lapora…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan penggunaan pesawat sinar-X mobile dan portabel di fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya jumlah izin penggunaan alat tersebut serta adanya rekomendasi hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam laporan hasil kajian yang disusun oleh Pusat Pengkaj…
Pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia merupakan inisiatif strategis nasional dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi yang berkelanjutan, diversifikasi bauran energi, serta pengurangan emisi gas rumah kaca. Namun, proyek berskala besar dan berteknologi tinggi seperti PLTN ini memiliki potensi dampak lingkungan dan sosial yang signifikan dan kompleks, …
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menerbitkan Buku Panduan Pemantauan Radiasi sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan petugas lapangan dalam mengawasi paparan radiasi di berbagai sektor. Panduan ini disusun oleh Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir dan ditujukan bagi inspektur serta pihak terkait yang terlibat langsung dalam kegiatan pemantauan radiasi. Buku ini…