Prosiding ini mendokumentasikan hasil Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Reaktor Nuklir tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) – BATAN pada tanggal 19 Agustus 2015 di Serpong. Mengusung tema "Peran RSG-GAS Dalam Mendukung Kebijakan Energi Nuklir Untuk Kesejahteraan Masyarakat", seminar ini bertujuan menjadi forum komunikasi bagi akademisi, peneliti, dan prak…
Dalam menjaga penggunaan dan keamanan bahan nuklir yang berada pada MBA RI-E Gedung 65 IEBE-PTBBN harus ada integrasi antara sistem seifgard dan sistem keamanan nuklir. Integrasi antara dua sistem ini bertujuan untuk memastikan penggunaan bahan nuklir hanya untuk maksud damai dan untuk menjaga keamanan bahan nuklir dari sabotase atau pencurian untuk maksud jahat. Sistem seifgard menjaga dari si…
Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir (SKN) 2012 diterbitkan sebagai dokumentasi ilmiah atas penyelenggaraan seminar yang berlangsung pada 4 Juli 2012 di Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan oleh BAPETEN ini merupakan forum rutin untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan penguatan peran pengawasan dalam pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia, khususnya dalam konteks persiapan pembangunan PL…
Amanah UU No. 10 Tahun 1997 tentang ketenaganukliran menyatakan bahwa bahan galian radioaktif dalam hal ini bahan galian nuklir bersifat strategis sehingga pengusahaannya hanya diberikan kepada badan pelaksana. Saat ini, dalam pelaksanaannya belum terdapat peraturan perundang-undangan yang secara spesifik dapat menjamin keselamatan bagi pekerja, masyarakat dan lingkungan. Selain itu, beberapa a…
Dokumen ini, yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), membahas pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Bagian pendahuluan mengulas kontras antara dampak destruktif bom atom di Hiroshima dan Nagasaki 60 tahun lalu dengan manfaat besar teknologi nuklir bagi perdamaian dan kesejahteraan manusia saat ini. Di Indonesia, teknologi nuklir telah diaplikasikan secara l…
Dokumen ini merupakan pedoman pelatihan yang disusun untuk membekali Penanggap Pertama (seperti pemadam kebakaran, polisi, dan petugas medis) serta otoritas di tingkat lokal dalam menghadapi situasi kedaruratan radiologik. Pedoman ini diterbitkan sebagai bagian dari upaya memenuhi standar keselamatan internasional (IAEA) dan konvensi terkait pertolongan kecelakaan nuklir. Tujuan utamanya ada…
Telah dilakukan suatu kajian untuk mengembangkan kebijakan pengawasan ketenaganukliran dalam menghadapi era Industri 4.0. Kajian ini sangat perlu untuk dilakukan guna menunjang kebijakan perindustrian nasional yang diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, dengan tetap menjamin aspek keselamatan, keamanan dan seifgard. Metode yang digunakan dalam kajian ini bersifat analitik,…
Buletin Pengawasan Ketenaganukliran ini diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebagai media informasi mengenai fungsi pengawasan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia. Dalam sambutannya, Kepala BAPETEN Prof. Dr. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc menegaskan bahwa pengawasan ketenaganukliran bertujuan mewujudkan keselamatan dan kesehatan pekerja, masyarakat, serta perlindungan lingku…
Sesuai amanat dari Pasal 8 Peraturan Pemerintah No. 02 Tahun 2014 tentang Perizinan Instalasi Nuklir dan Pemanfaatan Bahan Nuklir bahwa evaluasi tapak dan analisis data mengenai pengaruh kejadian alam dan kejadian ulah manusia terhadap keselamatan Reaktor Nuklir di Tapak dan wilayah sekitarnya wajib diajukan oleh Pemohon Evaluasi Tapak sebagai salah satu persyaratan teknis untuk memperoleh izin…
Evaporasi yang terjadi pada air tangki reaktor dapat mengurangi kapabilitas pendingin primer dalam memindahkan panas dari teras reaktor sehingga mempengaruhi aspek keselamatan pengoperasian reaktor. Dalam makalah ini telah dilakukan perhitungan laju evaporasi air tangki Reaktor Kartini dan pengaruhnya terhadap ketinggian permukaan air tangki. Perhitungan laju evaporasi tersebut dilakukan menggu…